Senin, 17 Maret 2014

Ahok: Kami Dipasang untuk Berantem dengan Koruptor

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan salah satu alasan mengapa dirinya dipasang sebagai Wakil Gubernur DKI bersama Joko Widodo sebagai Gubernur DKI.

"Kami sengaja dipasang untuk ajak berantem dengan koruptor. Kami muak dengan perilaku korupsi," ujar Basuki atau akrab disapa Ahok saat membuka acara sosialisasi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Daerah (ULPD) DI balai Kota, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Menurut Ahok, perilaku korupsi di lingkungan Pemprov DKI sudah berkembang sedemikian rupa. Atas dasar itulah, ia mengatakan siap menjalankan sumpahnya ketika dilantik menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI.
"Kita ini disumpah pakai Kitab Suci. Makanya kita tidak macam-macam," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Untuk menghadapi perilaku korupsi di lingkungan Pemprov DKI, Ahok mengaku siap bertarung habis-habisan. Ia mengaku lebih sering melatih ototnya setiap pagi untuk menghadapi siapa saja yang siap menghalangi reformasi birokrasi di DKI.
"Saya tiap pagi latihan otot, bukan latihan otak. Makanya kita kuat-kuatan saja. Saya sudah tidak bisa kung fu lagi. Split saja sudah susah," kata Ahok.
Ahok juga berterima kasih kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) yang selama ini memberikan data kepadanya terkait adanya indikasi korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Dalam sosialisasi ULPD, Ahok menjelaskan perlunya unit ini lantaran kasus korupsi pengadaan barang dan jasa sebesar 38 persen dari kasus yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai laporan tahunan KPK tahun 2012.
Sementara, di tingkat pemerintah pusat, pengadaan barang dan jasa pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun seiring peningkatan belanja pemerintah (APBN tahun 2014 sebesar Rp1.842,5 triliun). PBJP lebih kurang 30 persen dari APBN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar